Rabu, 27 Januari 2016

Aku hanya berusaha

Aku bukan menyetujui, apalagi membenarkan. Jika aku tetap bersama ego kemarin, aku bahkan tak akan sudi untuk melihat wajahmu. Jika aku tetap bersama ego kemarin, aku tak akan sudi untuk berada di tempat sama denganmu. Jadi kamu tak usah merasa aku mengikhlaskan, aku hanya berusaha dewasa. Disaat orang lain tetap dengan masalah yang sama dan kekeraskepalaan yang sama maka aku harus berusaha menjadi aku yang melihat sesuatu dari berbagai sisi. Aku bukan memaafkan, maksudnya aku tidak munafik jika ada rasa marah yang masih begitu besar. Dan trauma? Iya itu masih sangat jelas. Sungguh wajahmu memuakkan, sungguh aku ingin memaki hingga tak ada lagi makian yang tersisa. Namun apa?, aku hanya bersabar untuk membuat hidupku lebih tenang. Aku ingin hidup lebih baik dan tak perlu mengurusi keburukan orang lain krn setiap perlakuan akan ada balasannya. Aku percaya. Jadi tetaplah disitu berusahalah lebih baik, agar aku tak usah lagi jadi sosok pemarah. Jadilah lebih baik, agar aku tak usah repot memaki. Kesalahanmu, semoga berhenti disitu. Dan kesabaranku, menjadikan hidupku lebih tenang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar