Jumat, 14 Desember 2012

sakit jiwa

maaf saya paling susah buat nahan kepoin semua tentang kamu. bahkan disaat harusnya saya harus benar-benar tidak peduli semua tentang kamu. tapi yaa saya cuma ingin mencari alasan atas pembenaran tindakan saya. dan saya rasa yaa lumayan. ternyata benar adanya, kamu memang tidak pernah mengakui hubungan 230 hari itu kan? bahkan ke orang yang sudah pasti tau. kamu malu kan? kamu cuma kasihan kan? harusnya waktu saya sadar tentang itu, saya tidak perlu bersusah payah dan menguatkan hati dan menutup mata atas semua hal-hal itu. tapi saya tetap saja selalu ingin menikmati saat-saat dimana saya akan bisa tau kabarmu. saya sakit jiwa! perasaan gila ini benar-benar menghilangkan kewarasanku. bertahan atas kesakitan, berusaha untuk merasa "baik-baik saja", berusaha dengan semua pikiran positif tentang kamu.kamu tau? kamu tak benar-benar tulus pun aku tetap bahagia, karna kamu ada. kamu pura-pura bahagia karna saya pun, itu menyenangkan karna kamu tersenyum. benar-benar sakit jiwa ! dan rasa sakit sekarang malah sudah tak sesakit dulu lagi, mungkin karna terbiasa. mungkin karna saat menunggu kamu, saat merindukan kamu, jauh lebih sakit dari ini. saat saya merasa punya kamu dalam hubungan itu sangat menyenangkan, meski kamu cuma mengakui status itu hanya kepada saya seorang. sakit jiwa ! kau sakitipun aku cukup menikmati. benar-benar sakit jiwa! kamu dan saya sama kan? sama-sama lebih mudah ada buat orang lain, lebih mudah untuk bercerita kepada orang lain, tapi yang terjadi yang salah itu selalu saya, yaa itu salah satu yang aku nikmati tanpa kamu tau. sakit jiwa ! setiap saat mengecek handphone, mebuka WA dan mendapati akun kamu "online" itu bahagia, meski kamu tak sehuruf pun mengirimkan kepada saya! sakit jiwa ! saat saya tau kamu membaca pesan saya tapi tak membalasnya, saya sekuat hati masih bisa tersenyum. sakit jiwa! saya terlihat kuat atas hubungan LDR ini didepan siapapun, seolah-olah jarak itu bukan penghalang, padahal? air mata itu berkata jujur disetia malam dan disetiap kesendirianku. sakit jiwa ! saya benar-benar sakit jiwa ! dan itu menyenangkan ! dimana saya masih bisa tersenyum dan tertawa ditengah sakit yang tak dapat kuungkapkan lagi. saya masih bisa membuat orang lain tertawa sedangkan saya sendiri sangat butuh hiburan, bahkan sekear sentuhan dipundakku! aku sakit jiwa !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar