*Insya Allah persiapan dan hari H nya lancar. Semuanya sehat walafiat. Semuanya bahagia Amin*
undangan pernikahan.
Alhamdulillah... rasanya terharu pas lihat undangan datang dibawa dari makassar ke Pangkep sama kakak dengan kardus yang bertuliskan Anna dan Azwar. Dalam hati rasanya mau nangis, yaa Allah kesampean juga punya undangan sendiri? Undangan nikahan? Punya saya?hahaha. Rasanya masih ingat setiap dikeluarha besar ada yang mau nikah pasti saya kebagian ngetik label undangannya dan YEAYYY akhirnya undangan sendiri dan iya iya ngetik sendiri juga hahaha.
Warna undangannya saya pilih sendiri alhamdulillah senang sekali, kalau model undangannya alhamdulillah budget yang menentukan (jangan mahal-mahal, biar dana nya bisa buat kalian kenyang insya Allah). Sebenarnya agak aneh bahas imi sebelum hari H, tapi yaa saya jadikan ini doa dan saya jadikan ini memori biar kelak saya bisa reunian dengan pikiran saya sendiri tentang "yaa begini saya mempersiapkan semuanya". Dan mungkin saja kelak bisa menjadi bacaan favorit ya kan?
Kita lewatkan soal fisik undangannya, lanjut ke Isi dalamnya.
Tidak lebih haru dari pas ngetik konsep undangannya. Saat konsep undangan setiap huruf nama mempelai rasanya tubuh saya menjadi ringan, air mata saya mengalir dan saya sadari ketika saya sulit melihat layar laptop. Saya mengitik nama saya dengan bangga, lalu mengetik nama Ke dua orang tua saya yang tiba-tiba saja dipikiran saya mengatakan
"Ayah Mammi Maafkan kesalahan saya, Maaf masih kurang memberi bahagia, ijinkan saya melakukan itu bersama dia yang kupilih dan yang kau restui. Terima kasih memberiku nama indah, yang kini kupakai di undangan pernikahanku. Dan nama kecil, yang kudengarkan selama hampir 27 tahun hidup bersama kalian yang insya Allah tetap menjadi nama kesayangan dan bertambah lagi seseorang yang akan menggunakan nama kecil itu untukku sebagai anggota keluarga kita. Tolong jangan lelah mendoakan saya dan pasangan saya agar bisa menjadi baik bagi pencipta dan bagi kalian, serta orang lain. Tolong terap sehat dan tetap disini melihat kami berusaha saling menbahagiakan dan berbahagia. Jila kelak kami kesulitan, tolong peluk kami untuk saling mengingatkan dan menguatkan lagi. Rasanya saya ingin menjadi anak kecil kalian yang manja, namun ingin mendewasa bersama pasangan saya. Semoga esok saat keluarga kita bertambah, kebahagiaan dan rezeki juga ikut menyertai. Saya sayang kalian"
*tarik napas*
Lalu saya mengetik nama mempelai Pria.
Tuhan benar ini ? Benar dia?
Nama yang saya ingat, yang tidak asing untuk saya. Nama yang selalu ingin kuucapkan, alhamdulillah terima kasih telah menjodohkan kami. Jadikan kami pasangan yang baik bagi semuanya, biarkan kami selalu dalam ridho Mu Amin. Juga untuk ke dua orang tua mu yang baik, tolong ajak saya untuk membahagiakan mereka bersama.
Lanjut ke tanggal dan tempat pernikahan.
Meski tidak sesuai keinginan tapi insya Allah ini tanggal yang juga dijodohkan untuk kita. Insyallah akan menemani kita mengawali kebahagiaan saya, kebahagian kita, kebahagiaan Kami.
Dan turut mengundang.
Saya adalah orang yang paling menantikan nama saya berada di barisan keluarga yang "turut mengundang" yaa menurut saya itu adalah bukti bahwa saya itu amat sangat bahagia. Yaa mungkin bagi orang lain ini aneh, tapi sebagai seseorang yang menyukai tulisan ya rasanya bahagia saja kalau nama kita tertulis disebuah undangan yang kelak akan diberikan kepada orang lain dan mereka menghadirinya. Dan insya Allah terwujud alias sudah asa dideretan paling akhir
"Kedua mempelai"
Akhirnyaaaaaaaaaaaaaaa...
Semoga semuanya hadir, mendoakan yang baik dan turut berbahagia Amin.
undangan pernikahan.
Alhamdulillah... rasanya terharu pas lihat undangan datang dibawa dari makassar ke Pangkep sama kakak dengan kardus yang bertuliskan Anna dan Azwar. Dalam hati rasanya mau nangis, yaa Allah kesampean juga punya undangan sendiri? Undangan nikahan? Punya saya?hahaha. Rasanya masih ingat setiap dikeluarha besar ada yang mau nikah pasti saya kebagian ngetik label undangannya dan YEAYYY akhirnya undangan sendiri dan iya iya ngetik sendiri juga hahaha.
Warna undangannya saya pilih sendiri alhamdulillah senang sekali, kalau model undangannya alhamdulillah budget yang menentukan (jangan mahal-mahal, biar dana nya bisa buat kalian kenyang insya Allah). Sebenarnya agak aneh bahas imi sebelum hari H, tapi yaa saya jadikan ini doa dan saya jadikan ini memori biar kelak saya bisa reunian dengan pikiran saya sendiri tentang "yaa begini saya mempersiapkan semuanya". Dan mungkin saja kelak bisa menjadi bacaan favorit ya kan?
Kita lewatkan soal fisik undangannya, lanjut ke Isi dalamnya.
Tidak lebih haru dari pas ngetik konsep undangannya. Saat konsep undangan setiap huruf nama mempelai rasanya tubuh saya menjadi ringan, air mata saya mengalir dan saya sadari ketika saya sulit melihat layar laptop. Saya mengitik nama saya dengan bangga, lalu mengetik nama Ke dua orang tua saya yang tiba-tiba saja dipikiran saya mengatakan
"Ayah Mammi Maafkan kesalahan saya, Maaf masih kurang memberi bahagia, ijinkan saya melakukan itu bersama dia yang kupilih dan yang kau restui. Terima kasih memberiku nama indah, yang kini kupakai di undangan pernikahanku. Dan nama kecil, yang kudengarkan selama hampir 27 tahun hidup bersama kalian yang insya Allah tetap menjadi nama kesayangan dan bertambah lagi seseorang yang akan menggunakan nama kecil itu untukku sebagai anggota keluarga kita. Tolong jangan lelah mendoakan saya dan pasangan saya agar bisa menjadi baik bagi pencipta dan bagi kalian, serta orang lain. Tolong terap sehat dan tetap disini melihat kami berusaha saling menbahagiakan dan berbahagia. Jila kelak kami kesulitan, tolong peluk kami untuk saling mengingatkan dan menguatkan lagi. Rasanya saya ingin menjadi anak kecil kalian yang manja, namun ingin mendewasa bersama pasangan saya. Semoga esok saat keluarga kita bertambah, kebahagiaan dan rezeki juga ikut menyertai. Saya sayang kalian"
*tarik napas*
Lalu saya mengetik nama mempelai Pria.
Tuhan benar ini ? Benar dia?
Nama yang saya ingat, yang tidak asing untuk saya. Nama yang selalu ingin kuucapkan, alhamdulillah terima kasih telah menjodohkan kami. Jadikan kami pasangan yang baik bagi semuanya, biarkan kami selalu dalam ridho Mu Amin. Juga untuk ke dua orang tua mu yang baik, tolong ajak saya untuk membahagiakan mereka bersama.
Lanjut ke tanggal dan tempat pernikahan.
Meski tidak sesuai keinginan tapi insya Allah ini tanggal yang juga dijodohkan untuk kita. Insyallah akan menemani kita mengawali kebahagiaan saya, kebahagian kita, kebahagiaan Kami.
Dan turut mengundang.
Saya adalah orang yang paling menantikan nama saya berada di barisan keluarga yang "turut mengundang" yaa menurut saya itu adalah bukti bahwa saya itu amat sangat bahagia. Yaa mungkin bagi orang lain ini aneh, tapi sebagai seseorang yang menyukai tulisan ya rasanya bahagia saja kalau nama kita tertulis disebuah undangan yang kelak akan diberikan kepada orang lain dan mereka menghadirinya. Dan insya Allah terwujud alias sudah asa dideretan paling akhir
"Kedua mempelai"
Akhirnyaaaaaaaaaaaaaaa...
Semoga semuanya hadir, mendoakan yang baik dan turut berbahagia Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar