Senin, 11 Februari 2019

Dahulu kala

Dulu punya banyak kalimat yang ingin ia sampaikan kepadamu selepas pamitmu. Pamit bukan berarti meninggalkan, tapi pamit menjadi orang yang sama tapi kesan yang berbeda.

Dulu ia ingin mengatakan :

Kenapa melepaskan seseorang yang benar menyayangimu?. Seseorang yang mempunyai niat kekanak-kananakan yang ingin bersama dan memilikimu hingga ia dewasa dan seterusnya.

Kenapa marah saat seseorang memperlihatkan menyanyangimu?. Seseorang yang dengan usaha menunjukkan kepadamu bahwa kamu istimewa. Seseorang yang ingin kamu sadari keberadaannya.

Seseorang itu merasakan dirinya disiakan. Seseorang itu merasakan dirinya bodoh. Seseorang itu merasakan sedih.

Dulu Ia ingin bisa lupa. Sedihnya, seseorang itu pernah merasa ingin pergi bersama ketidakwarasannya.

Dulu sungguh ia marah.

Tapi dulu ia juga punya banyak kalimat yang ingin ia sampaikan selepas pamitmu. Pamit bukan berarti meninggalkan, tapi tetap saja ia juga punya salah hingga kamu pamit.

Dulu ia ingin mengatakan :

Maaf karna menjadi orang yang diam tapi riuh dikepala dan hatinya. Menjadi orang yang ingin bersamamu namun malu untuk memintamu menatapnya.

Maaf karna menjadi orang yang tidak bisa seperti seharusnya. Menjadi orang yang berjalan bersamamu kemanapun tujuanmu, juga inginnya

Seseorang itu merasa tidak menjadi dirinya. Seseorang itu merasakan dirinya egois. Seseorang itu merasakan  kekanak-kanakan.

Dulu ia ingin bisa bercerita banyak. Ceritanya, yang seluruh tokoh utamanya adalah kamu. Dengan segala keinginan bagai dongeng dengan akhir bahagia.

Dulu sungguh ia menyayangimu.

Itu dulu. Sekarang? Kamu pasti tahu seperti apa dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar