Dihari kemarin tidak pernah terbayangkan ada hari seperti ini. Kupikir segala mimpiku akan tetap menjadi mimpi yang akan pergi setelah ku membuka mata.
Kupikir "ah mana mungkin" dan pertanyaan "memangnya saya siapa?"
Yang terpikirkan hanyalah bagaimana aku bisa bertahan saja dengan apa yang kupunya. Bagaimna agar orang yang bersamaku tidak lagi pergi satu persatu dan hilang.
Yang paling kuyakini adalah bahwa aku sedang menunggu kabar bahagia mu. Sebab hari itu aku bisa merayakan matinya hatiku dan benar-benar ikhlas. Benar-benar memiliki hati yang baru lagi.
Namun ternyata senjata ku disepertiga malam itu ampuh. Karna sosok datang, menyerahkan dirimu. Bahkan hatimu.
Awalnya kupikir kamu hanya ingin menertawai sedihku. Ternyata kau malah tinggal, dan merawat luka.
Setiap kupikirkan kenapa kamu disini. Aku masih menjawab "ini seperti mimpi". Dan aku tidak ingin bangun hingga. Hingga terwujud.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar