Sebuah kisahku terhenti. Dan terlintas banyak moment kemudian. Mungkin harus kunikmati untuk tahu bahwa aku pernah sebahagia itu, dengan sosok pria itu.
Mungkin tak ingin lagi kutatap wajahnya. Tak ingin lagi kudengar suaranya. Untuk sekarang.
Tapi doa dan harapan agar dia selalu baik-baik saja masih ada.
Mungkin akan sesulit ini untuk melepas apa yang pernah berasama kita selama 4 tahun ini. Tapi seperti katamu, kita hanya mempermasalahkan hal yang sama dan itu-itu saja. Kamu masih dengan pemikiran seorang pria dan aku dengan keegoisan seorang perempuan.
Apa tidak akan menyesal? Mungkin, tidak. Karna saya hanya mengiyakan ingin mu. Sebagaimanapun aku menolak, aku bukan orang yang ingin memaksa. Karna kamu tahu :
"aku bukan orang yang memaksa sesorang tinggal karna rasa kasihan"
Cukup sekali.
Jika kemudian kini kamu menyerah atas aku. Aku tak akan marah, aku akan mendukungmu karna akhirnya kami bisa tegas meskipun harus menunggus selama itu.
Tak ada yang dirugikan. Kita hanya kembali seperti dahulu. Kembali memutuskan untuk tidak saling merepotkan.
Terima kasih ku pun amat sangat banyak. Terutama, terima kasih untuk datang disaat yang tepat dan membuatku percaya. Dan terima kasih untuk tidak menghancurkan kepercayaan terbesar orang tua ku.
Kamu baik, makanya aku suka.
Jika akhirnya kau membuatku menangis, itu bukan karna kamu tidak baik. Hanya karna kita sedang tidak berada di satu frekuensi.
Jangan marah.
Kita tidak membuang-buang waktu.
Karna kita sama-sama tahu itu adalah usaha.
Setidaknya kita tidak sepengecut menyerah tanpa tahu apa-apa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar