Malam kesekian dari malam yang mengingat. Mengingat saya yang pernah begitu menyayangi lelaki yang pergi. Harusnya saya marah karna dihadiahi sedikit. Sedikit cerita namun tak terlupa. Mulai dari tawa hingga pedih yang kian sesak saja. Dan karna ini malam kesekian, tak berarti semua masih sama. Dulu rinduku penuh drama tangis seakan menjadi perempuan yang paling di sia kan. Namun sekarangku penuh senyum dan sedikit jijik. Iya saya si bocah yang baru mengenal dan menjadikannya satu-satunya untuk waktu yang tidak sebentar. Hampir semua hal yang kulakukan saat itu hanya mau ku sendiri. Menyayanginya, merindukannya, dan segala macam drama takut kehilangan yang kubuat-buat sendiri. Sedang saya tak pernah tahu apa yang ia rasakan untukku. Saya tidak pernah ingin tahu dia seperti ku atau tidak. Sebab "i love you too" sungguh mendebarkan hingga tak peduli iti sungguhan atau hiburan. Terserah.
Saya rindu. Bukan karna percakapan, karena kita sama sekali tak pernah melakukannya.
Saya rindu. Bukan karna perhatian, karena waktumu yang sibuk hanya ada untuk sekedar membalas "selamat istirahat sleep tight cantik".
Saya rindu. Bukan karna peluk, kecup dan genggaman. karena kita hanya pernah berjabat tangan tak lebih dan tak kurang.
Saya rindu. Bukan karena apa-apa. Namun karena kamu masih seperti itu. Abai kepada perempuan penuh rindu, yang bahkan alasannya pun ia tak tahu.
Hahaha..
Sebuah rindu kecil dari perempuan suka sok jual mahal - katamu.
Dan seseorang mungkin saja marah jika membaca ini. Tapi saya hanya rindu. Maka tidak perlu kutuliskan hal yang hanya akan membuatmu merasa disama atau dibedakan.
(Sepertinya beban hidup terbesarku di "rindu". Aaaah dasar tukang rindu !!!)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar