Hal-hal yang masih rapi tersimpan dan tak sempat tersampaikan karna "demi" kadang memang lebih baik tak pernah tersampaikan saja. sebab ada baiknya untuk memikirkan luka didepan sana jika itu berhubungan dengan perasaan. Aku masih memutuskan untuk tidak menyampaikannya baik secara langsung ataupun tidak langsung kepadanya. kenapa? karena pesimis, terlebih lagi aku takut akan perubahan yang akan terjadi. aku takut kehilangan karna ego, karna aku. jadi mungkin akan kubiarkan semua ini menjadi harta karun yang akan kunikmati, yang berharga untuk ku sendiri.
aku sedang giat-giatnya menyemangati mereka. aku sedang kuat-kuatnya menggenggam untuk meyakinkan atas kebahagiaan yang tidak mereka ketahui adanya. aku juga sedang giat-giatnya memeluk untuk menghangatkan dari kesendirian yang membekukannya. aku sedang giat membahagiakan mereka yang masih saja diam disatu titik dan tak menghiraukan betapa indahnya senyuman disekitarnya.
secara tidak langsung aku juga belajar untuk semakin bisa untuk tetap tersenyum. aku harus memperlihatkan bahwa yang kukatakan itu bukan hanya dongeng yang kuceritakan disetiap heningnya malam saat air mata mereka dengan cengengnya membasahi selimut.
aku tahu betapa sulit untuk tersenyum disaat sebenarnya hati sedang sakit-sakitnya. aku tahu betapa butuh hati yang besar untuk bisa menghadapi mereka yang melemahkan kita. tapi apa salahnya kita melihat mereka? apa salahnya kita tersenyum untuk mereka? dan tak ada yang salah dengan mendoakan kebaikan untuk mereka kan?.
tak apa jika memulai dengan "Demi". meski harus terluka, tapi yakin itu tak akan seterusnya kita rasakan. ada bahagia menanti didepan. kuatlah sayang!
aku terus berusaha kuat dengan berbagai "meski harus menahan sakit". aku tak akan bisa menghapus kenangan yang membuatku senang saat itu.
Aku selalu senang bersamamu bercerita tentang hal-hal yg membuatku tertawa ataupun kesal
Aku selalu senang membaca pesan singkatmu yang berkata "jangan begadang"
Aku selalu senang saat menolak perhatianmu dan kau membalas dengan kecewa
Aku selalu senang saat kau mengajariku hal yg tak kuketahui
Aku selalu senang saat kau ingatkan hal-hal yg selalu sj terlupakan olehku
Lalu diam-diam, aku menyimpan kepompong dalam dadaku. seiring dengan kebahagiaan yang terus mengiringi kita. ternyata kepompong itu kini menjadi kupu-kupu yang sering membuatku sesak saat bertemu hal-hal yang berkaitan tentangmu.
aku tersenyum, sungguh aneh degupan didadaku, berirama sangat tak karuan. aku pikir kupu-kupu ini mencari jalan keluar. mungkin ia sudah memiliki sayap yang cantik dan menginginkan tempat yang indah.
Aku senang melihatmu. Dari jarak seperti ini. Jarak yang juga terbangun tembok. Tembok yang kamu bangun. Tembok yang terpaksa aku biarkan terbangun.
Tembok yang berisikan fakta; kita tidak punya perasaan yang sama.
Lalu aku mulai mengurangi semuanya. Perasaan. Kebiasaan. Euforia. Harapan. Memori—yang sebenarnya tidak seberapa.
Aku patah hati, sayang.
Aku tahu rasanya. Dan aku akan membuat kalian merasakannya. Mau aku peluk? :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar