terima kasih untuk hari kemarin Diii..
Terima kasih untuk tetap ingin berada ditempat,diruangan yang ada saya nya. saya fikir tak kan ada pertemuan itu lagi. tapi ternyata masih dan sangat.. yaa begitulah..
Ini bukan catatan untuk membuatmu merasa kasihan. seperti yang kamu katakan disetiap postingan sebelum-sebelumnya (sebenarnya sy memang tidak pernah ada niat seperti itu). yaa saya cukup tau, percakapan yang seharusnya terjadi. semua yang ingin kukatakan di 1 pertemuan. itu tak akan pernah terjadi seperti inginku. kamu baca atau tidak postingan ini, terserah. karna ini mungkin memang bukan untuk kamu dan yang lain baca dan tau. saya tau, cukup bodoh bagi seseorang yang meluapkan perasaannya secara terang-terangan di blog seperti ini. saya tau, saya sadar tapi sayangnya, cuma cara ini yang bisa buat kamu tau !. dan bukan hal mudah bisa untuk menjadi bodoh seperti ini !
selamat Diii..
karna akhirnya sudah menjadi seperti ini. Seseorang yang hanya bisa mencintaimu dengan tulusnya. dengan kebodohannya. dengan segala ketidakwarasannya. akhirnya sudah berada dititik akhir pengharapannya. Dia sudah cukup sakit. Dia bahkan sudah merasa Mati (hati).
Dan Maaf..
karna keadaan ini terjadi sangat terlambat kan?. iya Maaf. Sepertinya memang harus se Sakit, se Mati ini agar bisa berakhir. Memang belum sepenuhnya. tapi sebodoh apapun, saya sudah sadar akan terjadi apa di kedepannya jika kebodohan ini tetap berlanjut.
Melihatmu kemarin membuat semuanya terasa sangat jelas. walaupun hanya bisa menatapmu paling lama 2 detik. itu sudah ckup. karna jika lebih dari itu. aku tak tau Diii.. saya akan jadi sehancur apa.
bisa melihat orang yang kamu tak bisa miliki
aku sudah tau rasanya
melihat orang yang sangat kurindukan
aku sudah tau rasanya
memang tak ada kata yang mampu terucap. juga tak ada sapa. dan meski saling berpura-pura tak melihat. tapi tetap saja. se sakit ini. Tapi Makasihlah. sudah wujudkan pertemuan kemarin.
Diii.. rasa ini masih tetap ada, masih tetap sama, masih tetap kuat. hanya saja ia sedang mencoba untuk tak nampak lagi. mencoba untuk menghilangkan jejak langkahnya dihari kemarin. Memang tak akan mudah. tapi demi bangkit lagi. saya harus bisa.
Rasanya ingin memelukmu. sekali saja.
biarkanku sesaat untuk benar-benar percaya bahwa pernah benar-benar memilikimu. biarkan saya tau, bahwa saya tak pernah bermimpi untuk semua kebahagiaan yang kau beri kemarin. jika bisa memohon. itu permintaan yang kuinginkan.
tapi. tak apa. melihatmu pun sudah cukup. karna entah selanjutnya masih bisa melihatmu atau tidak. setidaknya. saya tidak pernah menyesal karna sudah melepas kerinduanku kemarin. meski hanya dengan menatapmu selama 2 detik itu.
Yaa sudah. sebagai orang yang sekarat hati seperti ini rasanya mengeluarkan semua rasa itu sangat sulit. setiap huruf ditemani tangis + rasa kecewa.
hei Diii.. seminggu lagi saya ulang tahun. Meski saya bukan Pacar kamu lagi. minimal kamu jangan pernah lupa dengan tanggal itu. karna saya masih perlu transferan semangat.. yaa minimal setiap tahun :') *ngarep* .. dan jangan lupa doain Ratna yaa..
Meskipun, saya kecewa karna tau kamunya ke rumah tetangga sebelah tanpa mampir kerumah saya. tapi yaa mungkin akan menjadi kecemburuan awal yang "tau diri"
besok, besok, dan besoknya lagi.. semoga sekuat atau lebih kuat dari ini. kuat yang tanpa kepura-puraan lagi. senyum yang tanpa kepura-puraan lagi. Dan makasih, selama ini sudah mengajarkan semuanya. yang dari awalnya biasa saja, sampai merasa paling bahagia. kalau ada orang yang ingin melihatmu bahagia, saya diantaranya. kalau ada orang yang memberimu semangat dan doa, saya diantaranya. yaa meskipun tauuu.. bakal jadi yang tak kau lihat.
dan hubungan dengan semua ke anehan pun berakhir. mungkin bakal jadi bahan tertawaan bagi sebagian orang. iya, saya tidak berhasil membuktikan semua yang kukatakan. bahwa ketulusan dan kesabaran itu milik orang bahagia seperti saya. kurang lebih mungkin mereka akan bilang,
"nah kan? sudah saya duga bakal berakhir sperti ini"
"Makanya jadi orang perasaannya jangan lebay"
"Makan itu kesetiaanmu"
"iya kan? LDRan itu memang susah"
atau bahkan tak berkata apapaun tapi "tertawa" sepuas mereka.
saya tak akan marah, karna harus bela diri bagaimana? toh saya memang akhirnya seolah-olah semua perkataan kemarin itu hanya dongeng semata.itu hak mereka untuk menanggapi. yaa namanya juga manusia, derita orang itu konsumsi paling renyah. enak banget. jadi yaa harus mempersiapkan telinga yang tahan banting atas bully an mereka.
salam untuk setiap harimu kedepannya Diii.. salam untuk senyum mu.. untuk semua perhatian mu.. untuk semua kemarahan yang selalu menjadikanku lebih baik.. aku bakal kangen semua itu :')
jika nanti kamu kangen namun tak ingin bertemu. yaa cukup doakan saya. karna saya tau saat itupun saya merasakan hal yang sama namun tak mampu berucap.
Dan karna kita hebat. makanya kita pernah merasakan hubungan kemarin. dan karna kita Dewasa maka kita akan menjaga hubungan baik. iya kan? (iya kan saja)
oke bye.. Lovyaaa Pria Hebat :*
*semua yang kau anggap bodoh dari tulisan ini adalah isi hati saya
Terima kasih untuk tetap ingin berada ditempat,diruangan yang ada saya nya. saya fikir tak kan ada pertemuan itu lagi. tapi ternyata masih dan sangat.. yaa begitulah..
Ini bukan catatan untuk membuatmu merasa kasihan. seperti yang kamu katakan disetiap postingan sebelum-sebelumnya (sebenarnya sy memang tidak pernah ada niat seperti itu). yaa saya cukup tau, percakapan yang seharusnya terjadi. semua yang ingin kukatakan di 1 pertemuan. itu tak akan pernah terjadi seperti inginku. kamu baca atau tidak postingan ini, terserah. karna ini mungkin memang bukan untuk kamu dan yang lain baca dan tau. saya tau, cukup bodoh bagi seseorang yang meluapkan perasaannya secara terang-terangan di blog seperti ini. saya tau, saya sadar tapi sayangnya, cuma cara ini yang bisa buat kamu tau !. dan bukan hal mudah bisa untuk menjadi bodoh seperti ini !
selamat Diii..
karna akhirnya sudah menjadi seperti ini. Seseorang yang hanya bisa mencintaimu dengan tulusnya. dengan kebodohannya. dengan segala ketidakwarasannya. akhirnya sudah berada dititik akhir pengharapannya. Dia sudah cukup sakit. Dia bahkan sudah merasa Mati (hati).
Dan Maaf..
karna keadaan ini terjadi sangat terlambat kan?. iya Maaf. Sepertinya memang harus se Sakit, se Mati ini agar bisa berakhir. Memang belum sepenuhnya. tapi sebodoh apapun, saya sudah sadar akan terjadi apa di kedepannya jika kebodohan ini tetap berlanjut.
Melihatmu kemarin membuat semuanya terasa sangat jelas. walaupun hanya bisa menatapmu paling lama 2 detik. itu sudah ckup. karna jika lebih dari itu. aku tak tau Diii.. saya akan jadi sehancur apa.
bisa melihat orang yang kamu tak bisa miliki
aku sudah tau rasanya
melihat orang yang sangat kurindukan
aku sudah tau rasanya
memang tak ada kata yang mampu terucap. juga tak ada sapa. dan meski saling berpura-pura tak melihat. tapi tetap saja. se sakit ini. Tapi Makasihlah. sudah wujudkan pertemuan kemarin.
Diii.. rasa ini masih tetap ada, masih tetap sama, masih tetap kuat. hanya saja ia sedang mencoba untuk tak nampak lagi. mencoba untuk menghilangkan jejak langkahnya dihari kemarin. Memang tak akan mudah. tapi demi bangkit lagi. saya harus bisa.
Rasanya ingin memelukmu. sekali saja.
biarkanku sesaat untuk benar-benar percaya bahwa pernah benar-benar memilikimu. biarkan saya tau, bahwa saya tak pernah bermimpi untuk semua kebahagiaan yang kau beri kemarin. jika bisa memohon. itu permintaan yang kuinginkan.
tapi. tak apa. melihatmu pun sudah cukup. karna entah selanjutnya masih bisa melihatmu atau tidak. setidaknya. saya tidak pernah menyesal karna sudah melepas kerinduanku kemarin. meski hanya dengan menatapmu selama 2 detik itu.
Yaa sudah. sebagai orang yang sekarat hati seperti ini rasanya mengeluarkan semua rasa itu sangat sulit. setiap huruf ditemani tangis + rasa kecewa.
hei Diii.. seminggu lagi saya ulang tahun. Meski saya bukan Pacar kamu lagi. minimal kamu jangan pernah lupa dengan tanggal itu. karna saya masih perlu transferan semangat.. yaa minimal setiap tahun :') *ngarep* .. dan jangan lupa doain Ratna yaa..
Meskipun, saya kecewa karna tau kamunya ke rumah tetangga sebelah tanpa mampir kerumah saya. tapi yaa mungkin akan menjadi kecemburuan awal yang "tau diri"
besok, besok, dan besoknya lagi.. semoga sekuat atau lebih kuat dari ini. kuat yang tanpa kepura-puraan lagi. senyum yang tanpa kepura-puraan lagi. Dan makasih, selama ini sudah mengajarkan semuanya. yang dari awalnya biasa saja, sampai merasa paling bahagia. kalau ada orang yang ingin melihatmu bahagia, saya diantaranya. kalau ada orang yang memberimu semangat dan doa, saya diantaranya. yaa meskipun tauuu.. bakal jadi yang tak kau lihat.
dan hubungan dengan semua ke anehan pun berakhir. mungkin bakal jadi bahan tertawaan bagi sebagian orang. iya, saya tidak berhasil membuktikan semua yang kukatakan. bahwa ketulusan dan kesabaran itu milik orang bahagia seperti saya. kurang lebih mungkin mereka akan bilang,
"nah kan? sudah saya duga bakal berakhir sperti ini"
"Makanya jadi orang perasaannya jangan lebay"
"Makan itu kesetiaanmu"
"iya kan? LDRan itu memang susah"
atau bahkan tak berkata apapaun tapi "tertawa" sepuas mereka.
saya tak akan marah, karna harus bela diri bagaimana? toh saya memang akhirnya seolah-olah semua perkataan kemarin itu hanya dongeng semata.itu hak mereka untuk menanggapi. yaa namanya juga manusia, derita orang itu konsumsi paling renyah. enak banget. jadi yaa harus mempersiapkan telinga yang tahan banting atas bully an mereka.
salam untuk setiap harimu kedepannya Diii.. salam untuk senyum mu.. untuk semua perhatian mu.. untuk semua kemarahan yang selalu menjadikanku lebih baik.. aku bakal kangen semua itu :')
jika nanti kamu kangen namun tak ingin bertemu. yaa cukup doakan saya. karna saya tau saat itupun saya merasakan hal yang sama namun tak mampu berucap.
Dan karna kita hebat. makanya kita pernah merasakan hubungan kemarin. dan karna kita Dewasa maka kita akan menjaga hubungan baik. iya kan? (iya kan saja)
oke bye.. Lovyaaa Pria Hebat :*
*semua yang kau anggap bodoh dari tulisan ini adalah isi hati saya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar